Content feed Comments Feed


"Anies Baswedan, Indonesia. University PRESIDENT, political analyst. Currently president of Paramadina University in Jakarta and a noted researcher, Baswedan played a leading role in the STUDENTS MOVEMENTS that helped oust Indonesian dictator Suharto." - The Top 100 Public Intellectuals, Foreign Policy

Dunia mengiktiraf keintelektualannya bukan sekadar kerana hasilan penyelidikan yang beliau lakukan sehingga melayakkan beliau diiiktiraf sebagai Rektor Universiti, bahkan kerana jasanya pada GERAKAN MAHASISWA ketika menjatuhkan Suharto !!! Mana perginya intelektual-intelektual atau pensyarah-pensyarah dari puluhan menara gading di Malaysia, khususnya yang banyak menekan gerakan mahasiswa di Malaysia melalui AUKU dengan hujah mahasiswa mesti tumpu pada akademik !! ? Kenapa tidak ada seorang pun dari Malaysia berada dalam list 100 tokoh intelektual dunia ini ? (lihat senarai penuh 100 tokoh pemikir tersebut dan keterangan lanjut setiap individu)

"....Kalau kita berbicara tentang anak muda, kita tidak boleh menempatkan diri pada tataran lokal saja, tetapi harus dilihat pada tataran global, sekurang-kurangnya benua Asia. Karena anak muda dibutuhkan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di seluruh dunia...Pemuda Indonesia harus punya keunggulan berdasarkan: basis pengetahuan (state of knowledge), kemampuan berbahasa asing, sikap profesional, dan peluang membuka dan mengembangkan akses capital. Keseimbangan peran civil society, state, and market seharusnya dijawab melalui peningkatan kualitas pendidikan nasional..." - Petikan "Anies Baswedan : Kepemimpinan Pemuda Abad 21 Memerlukan Kompetensi Tinggi. (baca lagi...)


NOTA KAKI


1. Anies Baswedan merupakan salah seorang rektor termuda di Indonesia. Lahir pada 7 Mei 1969, lulusan sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), master dari University of Maryland, School of Public Policy, College Park, AS. PhD dari Northern Illinois University, Department of Political Science, DeKalb, Illinois, AS.

2. Foreign Policy merupakan Jurnal terbitan Carnegie Endowment for International Peace, Washington, AS, yang didirikan oleh Samuel P. Huntington dan Warren Demian Manshel pada tahun 1970 membuka kesempatan kepada masyarakat dunia untuk memilih intelektual terbaik hingga 15 Mei 2008.


1 Response to Rektor-rektor IPTA Malaysia Perlu Belajar Dari Anes Baswedan

  1. AIDCNews Says:
  2. apa lak nak belajar saudara harus sedar ini ialah pemimpin islam liberal...

     

Posting Sebelumnya

There was an error in this gadget

Integriti Maya

Sebarang pengambilan mana-mana bahagian daripada tulisan di sini adalah sangat digalakkan untuk disebarkan, namun perlulah mendapat izin daripada Iskandarfateh.

Ataupun, sila beri kredit bahawa anda mengambil mana-mana kenyataan tersebut dari Blog
Iskandarfateh ini.

Terima kasih. Saya sangat hargai kunjungan anda.

Montaj IPTC

Twitter With Me

Profail Blogger


Syaari Ab. Rahman merupakan seorang perunding motivasi terlatih. Profail lengkap beliau di "Hubungi Saya"